Persemaian biji dilakukan dalam polybag kecil (diameter 8 cm) berisi campuran tanah + pupuk kandang (2:1). Rendam biji dalam air hangat (50°C) selama 30 menit, lalu semai sedalam 1–2 cm. Siram secukupnya dan letakkan di tempat teduh. Dalam 5–7 hari biji akan berkecambah. Setelah berumur 10–14 hari atau memiliki 2–3 daun sejati, bibit siap dipindah ke lahan. Jarak tanam ideal 1,5 m x 1,5 m antar lubang tanam untuk memberi ruang merambat.
Pindahkan bibit ke lubang tanam berukuran 30x30x30 cm yang sudah diisi pupuk dasar (5 kg pupuk kandang + 50 gram NPK 16-16-16 per lubang). Siram setiap hari pada pagi atau sore, terutama saat musim kemarau (2–3 liter per tanaman). Beri ajir atau para-para setinggi 1,5–2 m untuk merambatkan sulur. Lakukan pemupukan susulan setiap 2 minggu dengan NPK 16-16-16 (10 gram per tanaman) mulai umur 2 minggu setelah tanam hingga bunga muncul. Penyiangan gulma rutin setiap minggu.
Butternut squash mulai berbunga 40–50 hari setelah tanam. Bunga jantan muncul lebih dulu, disusul bunga betina (ditandai bakal buah kecil di pangkal). Bantu penyerbukan dengan mengambil serbuk sari bunga jantan dan mengoleskannya ke putik bunga betina pada pagi hari (06.00–09.00). Buah siap panen sekitar 80–100 hari setelah tanam, ditandai kulit berwarna krem kecokelatan, keras, dan tangkai mulai mengering. Panen dengan memotong tangkai 5 cm dari buah. Simpan di tempat kering dan sejuk (suhu 10–15°C) bisa tahan 2–3 bulan.