Sebelum tanam, lakukan pengapuran jika pH tanah di bawah 5,5 menggunakan dolomit 1-2 ton/ha (atau 100-200 gram per lubang tanam) minimal 2 minggu sebelum tanam. Pupuk dasar diberikan saat olah tanah berupa pupuk kandang matang 10-20 ton/ha (atau 1-2 kg per lubang tanam) dicampur merata. Tambahkan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 kg/ha (atau 5-10 gram per lubang tanam) sebagai starter. Aplikasi pupuk dasar ini penting untuk menyediakan unsur hara awal.
Pemupukan susulan dilakukan pada 3 tahap kritis. Pertama, saat tanaman berumur 7-10 hari setelah tanam (HST) dengan pupuk urea 50 kg/ha (atau 1-2 gram per tanaman) dan NPK 15-15-15 100 kg/ha (atau 3-5 gram per tanaman). Kedua, saat tanaman mulai berbunga (25-35 HST) dengan pupuk NPK 15-15-15 150 kg/ha (atau 5-7 gram per tanaman) dan KNO3 50 kg/ha (atau 2-3 gram per tanaman) untuk merangsang pembentukan buah. Ketiga, saat buah mulai membesar (45-55 HST) dengan pupuk KNO3 100 kg/ha (atau 3-5 gram per tanaman) untuk meningkatkan kualitas buah. Pupuk diberikan dengan cara ditabur melingkar di sekitar tanaman lalu ditutup tanah tipis.
Pemupukan daun juga bisa dilakukan untuk mengatasi defisiensi atau mempercepat pertumbuhan. Gunakan pupuk daun yang mengandung N, P, K, dan unsur mikro seperti Zn dan B, semprotkan pada pagi atau sore hari setiap 7-10 hari sekali mulai umur 2 minggu hingga buah matang. Hentikan pemupukan 2 minggu sebelum panen untuk menghindari akumulasi nitrat. Selalu sesuaikan dosis dengan kondisi tanah dan tanaman; jika ragu, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat atau BPP terdekat untuk rekomendasi spesifik lokasi Anda.