Persiapan lahan: gemburkan tanah sedalam 30–40 cm, buat bedengan lebar 1 m dan tinggi 30 cm. Campurkan pupuk kandang matang 2 kg/m² dan dolomit 100 g/m² seminggu sebelum tanam. Bibit disemai dalam polibag berisi media tanah:kompos (1:1) selama 10–14 hari hingga berdaun 3–4 helai. Pindahkan bibit ke lubang tanam berjarak 80×100 cm pada sore hari, lalu siram secukupnya.
Perawatan: siram setiap pagi (1–2 liter per tanaman) jika tidak hujan. Beri pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5 g/tanaman pada 7, 21, dan 35 hari setelah tanam (HST), ditambah pupuk KNO3 putih 3 g/tanaman saat mulai berbunga (30 HST). Lakukan pemangkasan cabang lateral (sisakan 2–3 cabang utama) dan bantu penyerbukan buatan jika polinator kurang. Mulsa plastik hitam perak bisa digunakan untuk menekan gulma dan menjaga kelembaban.
Panen dimulai 55–70 HST tergantung varietas. Ciri buah siap panen: tangkai buah mengering dan retak, warna kulit hijau pekat, dan jika diketuk berbunyi berat (tidak nyaring). Panen dengan gunting, sisakan tangkai 5 cm. Hasil panen bisa mencapai 2–5 kg per buah, dengan potensi 10–20 ton per hektar. Simpan di tempat sejuk dan kering (suhu 10–15°C) untuk daya simpan 2–3 bulan.