Pada fase vegetatif (umur 7-14 hari setelah tanam), berikan pupuk nitrogen tinggi seperti urea atau ZA dengan dosis 100-150 kg per hektar. Aplikasi dilakukan dengan cara ditabur di sekeliling tanaman sejauh 10-15 cm dari batang, lalu ditutup tipis dengan tanah. Ulangi setiap 1-2 minggu sekali hingga tanaman berumur 30 hari. Perhatikan dosis sesuai label produk dan konsultasi dengan penyuluh setempat.
Memasuki fase pembungaan dan pembuahan (umur 30-60 hari), kurangi nitrogen dan tingkatkan fosfor dan kalium. Gunakan pupuk NPK 15-15-15 atau setara dengan dosis 200-300 kg per hektar. Aplikasi dilakukan setiap 2 minggu sekali. Fosfor merangsang pembungaan dan pembentukan buah, kalium meningkatkan kualitas buah. Jika tanah masam (pH <5,5), tambahkan dolomit 1-2 ton per hektar saat pengolahan tanah.
Pemupukan daun juga dianjurkan untuk melengkapi nutrisi. Semprotkan pupuk daun yang mengandung unsur mikro seperti Zn, B, dan Mo pada umur 20, 40, dan 60 hari setelah tanam. Lakukan penyemprotan pada pagi atau sore hari agar tidak membakar daun. Selalu ikuti petunjuk dosis pada kemasan. Pantau kondisi tanaman; jika daun menguning atau pertumbuhan lambat, segera konsultasi dengan BPP setempat.