Kutu daun (Aphis gossypii) sering menyerang daun muda dan pucuk, terutama saat musim kemarau. Ciri: daun menggulung, keriput, dan terdapat embun madu yang memicu jamur jelaga. Koloni kutu daun terlihat di permukaan bawah daun. Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi untuk membuang kutu, atau menggunakan musuh alami seperti kumbang koksi (Coccinellidae) dan larva syrphid. Hindari penggunaan pestisida spektrum luas yang membunuh predator alami.
Ulat daun (Spodoptera litura) dan ulat grayak (Spodoptera exigua) menyerang daun tanaman kabocha, terutama saat musim hujan. Ciri: daun berlubang tidak teratur, terdapat kotoran ulat, dan ulat aktif pada malam hari. Pada serangan berat, daun tinggal tulang. Pengendalian dapat dilakukan dengan mengambil ulat secara manual pada pagi hari, atau menggunakan perangkap lampu untuk ngengat dewasa. Tanam tanaman perangkap seperti jagung di sekitar pertanaman untuk mengurangi serangan.
Penggerek buah (Diaphania indica) juga menjadi hama penting pada kabocha. Serangan terjadi saat buah muda, dengan ciri lubang masuk pada buah dan kotoran di sekitar lubang. Buah yang terserang akan busuk dan rontok. Pengendalian dapat dilakukan dengan memasang perangkap feromon untuk ngengat jantan, serta membuang dan memusnahkan buah yang terinfeksi. Pada musim kemarau yang panjang, tingkat serangan cenderung lebih rendah karena kelembaban rendah membatasi perkembangan hama.