Penyakit embun tepung (powdery mildew) ditandai bercak putih tepung pada daun, lalu menguning dan kering. Penyakit ini menyebar cepat di musim kemarau. Solusinya: tanam dengan jarak 80-100 cm, pangkas daun tua, dan semprot fungisida nabati seperti ekstrak bawang putih atau larutan baking soda (1 sdt per liter air) setiap 7-10 hari.
Penyakit layu bakteri (bacterial wilt) disebabkan bakteri Erwinia tracheiphila. Gejala: daun layu mendadak meski tanah lembab, lalu batang mengeluarkan lendir saat dipotong. Vektor utama adalah kumbang mentimun. Kendalikan dengan perangkap kuning, rotasi tanaman (tidak menanam Cucurbitaceae di lahan sama selama 2 tahun), dan musnahkan tanaman sakit.
Penyakit antraknosa (anthracnose) muncul sebagai bercak coklat kehitaman pada daun dan buah, membentuk cekungan. Jamur Colletotrichum sp. menyebar lewat percikan air hujan. Cegah dengan mulsa plastik, benih sehat, dan penyemprotan agens hayati Trichoderma sp. pada tanah sebelum tanam. Jika sudah parah, semprot fungisida berbahan aktif tembaga sesuai dosis label.