Pemupukan dasar dilakukan 7–10 hari sebelum tanam dengan pupuk kandang matang 10–15 ton/ha (atau 1–2 kg/m² untuk pekarangan) dan NPK 15-15-15 dosis 200–300 kg/ha. Aduk rata dengan tanah bedengan sedalam 15–20 cm. Pupuk kandang memperbaiki struktur tanah dan menyediakan unsur mikro. Jika menggunakan pupuk organik cair, aplikasi bisa dimulai 7 hari setelah tanam (HST) dengan konsentrasi 5–10 ml/liter air, diberikan setiap 7–10 hari.
Pemupukan susulan pertama dilakukan pada 10–15 HST menggunakan pupuk urea 50 kg/ha atau ZA 100 kg/ha yang dilarutkan dalam air (kocor) dengan konsentrasi 2–3 gram/liter. Pemupukan kedua pada 25–30 HST menggunakan NPK 15-15-15 100 kg/ha atau KCl 50 kg/ha untuk merangsang pembentukan daun lebar. Untuk skala pekarangan, gunakan sendok takar: 1 sendok makan pupuk NPK (15 gram) dilarutkan dalam 5 liter air, siramkan 200 ml per tanaman. Hentikan pemupukan 7–10 hari sebelum panen agar daun tidak mengandung residu nitrat tinggi.
Gejala kekurangan hara pada tatsoi: daun menguning (defisiensi N), tepi daun coklat (kekurangan K), atau pertumbuhan kerdil (defisiensi P). Jika muncul gejala, segera kocor dengan pupuk tunggal sesuai kebutuhan. Hindari pemupukan berlebihan karena menyebabkan daun lunak, mudah terserang hama, dan rasa pahit. Selalu ikuti rekomendasi dosis dari BPP setempat atau hasil uji tanah untuk hasil optimal.