Penyiraman dilakukan setiap hari, pagi dan sore, terutama saat musim kemarau. Jangan sampai tanah becek karena dapat menyebabkan akar busuk. Untuk tanaman dalam pot, siram hingga air keluar dari lubang drainase. Beri mulsa jerami atau sekam padi di sekitar pangkal batang untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma. Pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang matang sebanyak 2-3 kg/m² atau kompos 1-2 kg/m², dicampur rata dengan tanah seminggu sebelum tanam.
Setelah bibit berumur 7-10 hari, beri pupuk susulan berupa pupuk NPK 16-16-16 (atau setara) dengan dosis 5-10 gram per meter persegi, dilarutkan dalam air dan disiramkan di sekitar akar. Ulangi setiap 10-14 hari. Untuk hasil organik, gunakan pupuk cair dari fermentasi urin sapi atau air cucian beras yang difermentasi, disemprotkan ke daun setiap 5-7 hari. Penyiangan gulma dilakukan setiap minggu agar tidak bersaing nutrisi. Jika ada hama ulat atau kutu daun, semprot dengan pestisida nabati seperti ekstrak daun nimba atau serai wangi.
Panen tatsoi dapat dilakukan saat tanaman berumur 30-45 hari setelah tanam, dengan cara mencabut seluruh tanaman atau memotong daun bagian luar menyisakan pusat pertumbuhan agar bisa dipanen berulang. Daun yang dipanen sebaiknya segera dicuci dan disimpan dalam kulkas (suhu 4-8°C) dalam kantong plastik berlubang, tahan hingga 5-7 hari. Untuk hasil maksimal, jangan menanam tatsoi di lahan yang sama berturut-turut; lakukan rotasi dengan tanaman kacang-kacangan atau umbi-umbian.