Daun Tatsoi Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi

Daun tatsoi yang menguning bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kekurangan nutrisi hingga serangan hama. Berikut penyebab dan solusinya.

Jawaban singkat

Tatsoi (Brassica rapa narinosa) adalah sayuran hijau yang populer di Indonesia. Daunnya yang menguning sering menjadi tanda masalah budidaya. Penyebab utamanya meliputi kekurangan nitrogen, kelebihan air, serangan hama seperti kutu daun, atau penyakit layu bakteri. Setiap penyebab memiliki ciri khas yang perlu diamati agar penanganan tepat.

Ringkas: Tatsoi

Cahaya
Sinar matahari penuh 6–8 jam, bisa naungan 30% saat terik.
Penyiraman
Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak hujan, jaga tanah lembab.
Musim
Sepanjang tahun, musim hujan lebih baik.
Tingkat Kesulitan
Mudah

Cocok untuk pemula, panen cepat, bisa ditanam di pot.

Kekurangan nitrogen biasanya dimulai dari daun tua yang menguning merata, diikuti pertumbuhan lambat. Solusinya dengan memberikan pupuk organik kaya nitrogen seperti pupuk kandang atau kompos sebanyak 2-3 kg per meter persegi saat tanam, dan ulangi setiap 2 minggu dengan pupuk cair organik (misal urine sapi diencerkan 1:10). Hindari pemberian pupuk kimia urea berlebihan karena dapat merusak tanah.

Penyiraman berlebihan menyebabkan daun menguning dan layu, terutama saat musim hujan. Tatsoi butuh drainase baik; jika tanah tergenang, buat bedengan tinggi 20-30 cm dan kurangi frekuensi penyiraman menjadi 2-3 kali seminggu saat kemarau, atau hentikan sama sekali saat hujan. Periksa juga apakah ada gejala busuk akar (akar coklat, berbau) yang memerlukan perbaikan drainase dan pengapuran.

Serangan hama kutu daun (Aphididae) menyebabkan daun menguning, keriting, dan lengket karena embun madu. Semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) setiap 3-4 hari selama 2 minggu. Untuk penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum), daun menguning mendadak dan layu permanen; cabut dan bakar tanaman sakit, lalu rotasi tanaman dengan kacang-kacangan minimal 2 musim. Jika gejala berlanjut, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kekurangan Nitrogen

Ciri: Daun tua menguning merata, pertumbuhan lambat, daun baru pucat.

Solusi: Aplikasikan pupuk kandang atau kompos 2-3 kg/m² saat tanam, ulangi pupuk cair organik setiap 2 minggu.

Overwatering / Drainase Buruk

Ciri: Daun menguning dan layu, tanah tergenang, akar busuk (coklat, bau).

Solusi: Buat bedengan tinggi 20-30 cm, kurangi penyiraman menjadi 2-3 kali/minggu saat kemarau, hentikan saat hujan.

Serangan Kutu Daun

Ciri: Daun menguning, keriting, ada embun madu lengket, terlihat koloni kutu.

Solusi: Semprot air sabun (1 sdm sabun cair/L air) setiap 3-4 hari selama 2 minggu.

Penyakit Layu Bakteri

Ciri: Daun menguning mendadak, layu permanen meski tanah lembab, potong batang keluar lendir.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman sakit, rotasi tanaman dengan kacang-kacangan minimal 2 musim, perbaiki drainase.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tatsoi bisa ditanam di dataran rendah?

Bisa, asal suhu tidak terlalu panas (optimal 20-25°C). Naungan 50% bisa membantu.

Berapa lama tatsoi bisa dipanen?

40-50 hari setelah tanam, dengan memotong daun luar atau seluruh tanaman.

Mengapa daun tatsoi saya berlubang?

Kemungkinan serangan ulat atau keong. Ambil manual atau gunakan perangkap bir untuk keong.

Apakah tatsoi tahan hujan?

Agak rentan. Pastikan drainase baik dan hindari genangan lebih dari 6 jam.

Pupuk apa yang terbaik untuk tatsoi?

Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang kaya nitrogen.

Bisakah tatsoi ditanam dalam pot?

Ya, gunakan pot berdiameter minimal 20 cm dengan lubang drainase.

Lebih lanjut tentang Tatsoi

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.