Persiapan bibit: Gunakan stek batang sepanjang 2-3 ruas (15-20 cm) dari tanaman induk yang sehat dan produktif. Potong miring pada pangkal, buang daun kecuali 1-2 helai di ujung. Rendam stek dalam larutan bawang merah (1 siung dihaluskan + 1 liter air) selama 30 menit untuk merangsang akar. Media semai: campurkan tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar (1:1:1). Tanam stek sedalam 5 cm, lalu siram secukupnya. Letakkan di tempat teduh (naungan 50-70%) selama 2-3 minggu sampai akar tumbuh.
Penanaman dan perawatan: Setelah bibit berakar (3-4 minggu), pindahkan ke polybag ukuran 30x30 cm atau lahan dengan jarak tanam 50x50 cm. Sirih merah membutuhkan naungan 50-70% (di bawah pohon atau paranet). Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) saat musim kemarau, cukup 1 kali saat musim hujan. Beri pupuk organik cair dari kotoran kambing (1 kg kotoran + 10 liter air, fermentasi 7 hari) setiap 2 minggu, dosis 200 ml per tanaman. Pasang ajir atau rambatan setinggi 1,5-2 meter dari bambu atau kayu. Pangkas tunas liar yang tumbuh ke samping agar pertumbuhan fokus ke atas.
Panen dilakukan setelah tanaman berumur 4-5 bulan, saat daun sudah besar dan berwarna merah tua. Petik daun dengan tangan, ambil 3-4 helai per cabang setiap 2 minggu. Jangan memetik semua daun agar tanaman tetap tumbuh. Daun segar bisa langsung digunakan sebagai obat luar (luka, gatal) atau dikeringkan untuk teh. Produktivitas rata-rata 10-15 helai per tanaman per bulan. Untuk hasil maksimal, beri pupuk kandang setiap 3 bulan (1 kg per tanaman).