Kutu daun menyerang pucuk dan daun muda, menyebabkan daun keriput dan menguning. Ciri khas: ada semut yang berjalan di batang karena semut memakan embun madu dari kutu. Daun terasa lengket. Tungau merah menyerang permukaan bawah daun, menimbulkan bercak kuning keperakan dan jaring halus. Serangan berat menyebabkan daun gugur. Ulat penggulung daun menggulung daun dan memakan jaringan di dalamnya; ditemukan kotoran hitam di dalam gulungan. Siput menyerang bibit dan daun muda, meninggalkan lendir mengkilap dan lubang tidak beraturan.
Pengendalian dimulai dengan menjaga kebersihan lahan: singkirkan gulma dan sisa tanaman yang menjadi inang hama. Untuk kutu dan tungau, semprot dengan air sabun (2 sendok sabun cair per 5 liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu. Untuk ulat, kumpulkan dan musnahkan daun yang tergulung. Untuk siput, pasang perangkap menggunakan potongan batang pisang atau taburkan abu dapur di sekitar tanaman. Jika serangan berat, konsultasikan dengan BPP untuk pestisida nabati atau kimia yang tepat.
Penggunaan pestisida kimia hanya sebagai langkah terakhir dan harus sesuai anjuran pada label. Hindari penyemprotan saat hujan atau panas terik. Rotasi jenis pestisida untuk mencegah resistensi. Pantau tanaman setiap 2 hari sekali, terutama pada musim peralihan. Dengan deteksi dini dan pengendalian tepat, tanaman sirih merah dapat tumbuh sehat dan produktif sepanjang tahun.