Busuk batang disebabkan jamur Phytophthora, muncul saat musim hujan dengan drainase jelek. Gejalanya: batang berwarna coklat kehitaman, basah, dan berbau busuk; daun menguning lalu layu. Ciri khas: pangkal batang lembek dan berlendir. Solusinya: perbaiki drainase dengan membuat bedengan setinggi 20-30 cm, kurangi penyiraman saat hujan, dan potong bagian terinfeksi 5 cm di bawah jaringan sehat. Oleskan kapur pertanian (dolomit) atau fungisida berbahan aktif tembaga sesuai label.
Bercak daun oleh Cercospora menyerang daun tua saat kelembaban tinggi. Gejala: bercak bulat kecil coklat dengan tepi kuning, diameter 2-5 mm, menyatu pada serangan berat. Daun mengering dan gugur. Ciri pembeda: bercak tidak basah, hanya kering. Solusi: atur jarak tanam 30x40 cm agar sirkulasi udara lancar, buang daun sakit, dan semprot fungisida berbahan aktif mankozeb atau klorotalonil sesuai dosis anjuran. Lakukan setiap 7-10 hari saat gejala muncul.
Layu bakteri disebabkan Ralstonia solanacearum, menyerang saat suhu tinggi (30-35°C) dan tanah lembab. Gejala: layu mendadak pada siang hari, pulih malam hari, akhirnya menetap. Potong batang, keluar lendir putih keruh. Ciri khas: tidak ada busuk basah, hanya layu. Tidak ada obat kimia efektif. Solusi: cabut dan bakar tanaman sakit, beri kapur dolomit 2-3 kg/m², dan lakukan rotasi dengan tanaman bukan Solanaceae (misal kacang-kacangan) minimal 2 musim. Sterilkan alat potong dengan alkohol 70%.