Pertama, siapkan benih meniran. Benih bisa diperoleh dari tanaman meniran liar yang sudah tua, atau membeli di toko pertanian. Rendam benih dalam air hangat (sekitar 50°C) selama 15 menit untuk memecah dormansi. Semai benih di media semai berupa campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi (1:1:1). Siram setiap hari agar lembab. Dalam 7-14 hari, benih akan berkecambah.
Setelah bibit memiliki 4-6 daun sejati (umur 3-4 minggu), pindahkan ke polybag atau lahan tanam. Jarak tanam ideal 30x30 cm. Meniran menyukai sinar matahari penuh (minimal 6 jam per hari) dan tanah gembur yang kaya bahan organik. Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak hujan. Beri pupuk organik cair (urin sapi yang difermentasi atau pupuk kompos) setiap 2 minggu sekali dengan dosis 1 sendok makan per liter air.
Panen meniran dapat dilakukan saat tanaman berumur 3-4 bulan, atau ketika sudah berbunga dan berbuah. Ciri siap panen: batang mulai menguning dan buah berwarna hijau kekuningan. Potong batang setinggi 5-10 cm dari tanah, lalu jemur di tempat teduh selama 3-5 hari hingga kering. Simpan dalam wadah kedap udara. Satu tanaman bisa menghasilkan 50-100 gram herba kering. Untuk konsumsi sendiri, Anda bisa memanen sebagian daun dan batang muda tanpa mencabut seluruh tanaman.