Kutu putih menyerang batang dan daun muda, menghasilkan embun madu yang memicu jamur jelaga. Ciri serangan: daun menguning, layu, dan terdapat lapisan putih seperti lilin. Ulat daun memakan daun dari tepi, meninggalkan lubang tidak beraturan. Serangan berat menyebabkan daun tinggal tulang. Trips menyebabkan daun keriting, bercak keperakan, dan pertumbuhan terhambat. Hama ini aktif di musim kemarau.
Pengendalian dimulai dengan sanitasi lahan: bersihkan gulma dan sisa tanaman. Atur jarak tanam 30x30 cm untuk sirkulasi udara. Gunakan mulsa jerami untuk menjaga kelembaban tanah. Pemupukan berimbang, hindari nitrogen berlebih. Untuk pengendalian hayati, semprotkan ekstrak daun mimba (Azadirachta indica) 200 gram daun segar per 5 liter air, diamkan 24 jam, saring, semprotkan 2 kali seminggu. Atau gunakan Beauveria bassiana sesuai label.
Jika serangan sudah parah, lakukan penyemprotan dengan insektisida nabati atau kimia sesuai rekomendasi BPP setempat. Penting membaca label dan konsultasi penyuluh. Rotasi tanaman dengan jenis berbeda (misal jahe, kunyit) dapat memutus siklus hama. Pantau tanaman setiap minggu, terutama musim kemarau.