Persiapan lahan dimulai dengan membuat media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Jika menanam di pot, gunakan pot berdiameter minimal 20 cm dengan lubang drainase. Bibit bisa diperoleh dari stek batang sepanjang 10-15 cm yang diambil dari tanaman induk sehat. Rendam stek dalam larutan bawang merah (1 siung bawang merah dihaluskan, campur 200 ml air) selama 15 menit untuk merangsang akar, lalu tancapkan ke media tanam sedalam 5 cm. Siram secukupnya dan tempatkan di lokasi teduh selama 1-2 minggu hingga akar tumbuh.
Perawatan oregano meliputi penyiraman 2-3 hari sekali atau saat media tanam mulai kering. Hindari penyiraman berlebihan karena oregano rentan busuk akar. Beri pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 1 gram per liter air setiap 2 minggu sekali pada fase pertumbuhan (1-2 bulan setelah tanam). Pangkas ujung batang secara rutin setiap 4 minggu untuk merangsang percabangan dan mencegah tanaman terlalu tinggi. Penyiangan gulma dilakukan manual seminggu sekali. Hama yang sering menyerang adalah kutu daun dan ulat; kendalikan dengan semprotan air sabun (1 sendok sabun cuci piring per liter air) setiap 3 hari hingga hama hilang.
Panen oregano bisa dimulai saat tanaman berumur 3-4 bulan setelah tanam, dengan memotong batang sepanjang 10-15 cm dari ujung. Panen pagi hari saat kandungan minyak atsiri maksimal. Setelah panen, jemur oregano di tempat teduh selama 3-5 hari hingga kering, lalu simpan dalam wadah kedap udara. Satu tanaman bisa dipanen setiap 4-6 minggu sekali. Untuk hasil optimal, lakukan pemangkasan total pada tanaman setahun sekali dengan menyisakan 5 cm dari permukaan tanah agar tanaman tumbuh kembali lebih lebat.