Panduan Pemupukan Akar Wangi (Vetiveria zizanioides)

Pemupukan yang tepat akan meningkatkan pertumbuhan dan produksi minyak akar wangi. Berikut panduan praktis untuk petani di Indonesia.

Jawaban singkat

Akar wangi (Vetiveria zizanioides) adalah tanaman perkebunan yang dibudidayakan untuk minyak atsiri dari akarnya. Pemupukan yang tepat sangat menentukan kualitas dan kuantitas minyak. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, tetapi responsif terhadap pemupukan berimbang. Di Indonesia, akar wangi ditanam sepanjang tahun, terutama di lahan kering seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera.

Ringkas: Akar Wangi

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 6 jam/hari)
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu, lebih sering saat kemarau, hindari genangan
Musim
Tanam sepanjang tahun, awal musim hujan lebih baik
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman ini tahan kekeringan dan erosi, cocok untuk konservasi tanah

Pemupukan dasar dilakukan saat tanam dengan memberikan pupuk kandang matang sebanyak 10-15 ton per hektar. Campurkan pupuk kandang ke dalam lubang tanam atau alur. Selain itu, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 300-400 kg per hektar sebagai pupuk dasar. Pupuk ini diberikan bersamaan dengan pupuk kandang atau seminggu setelah tanam.

Pemupukan susulan pertama dilakukan pada umur 3-4 bulan setelah tanam. Gunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 kg per hektar. Pemupukan susulan kedua diberikan pada umur 6-8 bulan dengan dosis yang sama. Pada masa pertumbuhan vegetatif, tanaman membutuhkan nitrogen cukup, namun jangan berlebihan karena dapat menurunkan kualitas minyak. Di musim kemarau, pemupukan sebaiknya dikurangi atau diikuti dengan penyiraman.

Pemupukan organik tambahan seperti kompos atau pupuk hijau dapat diberikan setiap 6 bulan untuk memperbaiki struktur tanah. Hindari pemupukan nitrogen tinggi pada fase pembentukan akar (setelah 12 bulan) karena akan merangsang pertumbuhan daun dan mengurangi akumulasi minyak di akar. Panen akar biasanya dilakukan pada umur 18-24 bulan. Setelah panen, lakukan pemupukan untuk persiapan ratoon (tanaman kembali).

Langkah-langkah

  1. Lakukan analisis tanah sebelum tanam untuk mengetahui kebutuhan hara. Jika tidak memungkinkan, gunakan dosis standar.
  2. Berikan pupuk kandang 10-15 ton/ha dan NPK 15-15-15 300-400 kg/ha sebagai pupuk dasar saat tanam.
  3. Lakukan pemupukan susulan pertama pada umur 3-4 bulan dengan NPK 15-15-15 200-300 kg/ha.
  4. Lakukan pemupukan susulan kedua pada umur 6-8 bulan dengan dosis yang sama, dan berikan pupuk organik tambahan setiap 6 bulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk akar wangi?

Pupuk dasar diberikan saat tanam, pupuk susulan pada umur 3-4 bulan dan 6-8 bulan. Hindari pemupukan saat tanaman stres (kekeringan atau banjir).

Berapa dosis pupuk NPK untuk akar wangi per hektar?

Dosis pupuk dasar NPK 15-15-15 sekitar 300-400 kg/ha, dan susulan 200-300 kg/ha per aplikasi. Sesuaikan dengan kesuburan tanah.

Apakah akar wangi perlu pupuk organik?

Sangat dianjurkan. Pupuk kandang atau kompos 10-15 ton/ha saat tanam dan tambahan setiap 6 bulan meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas minyak.

Bagaimana jika tanaman akar wangi tumbuh subur tapi akar sedikit?

Kemungkinan kelebihan nitrogen. Kurangi pupuk nitrogen dan berikan pupuk kalium (K) untuk merangsang pembentukan akar. Konsultasi dengan penyuluh.

Apa dampak pemupukan di musim kemarau?

Pemupukan di musim kemarau bisa menyebabkan tanaman layu jika tidak diikuti penyiraman. Sebaiknya kurangi dosis atau berikan pupuk organik yang lebih tahan kering.

Apakah akar wangi bisa ditanam di lahan bekas sawah?

Bisa, tetapi perlu perbaikan drainase dan penambahan pupuk organik. Lahan bekas sawah sering miskin kalium, jadi tambahkan pupuk KCl atau K2O.

Lebih lanjut tentang Akar Wangi

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.