Ulat pemotong (Spodoptera litura dan S. exigua) menyerang daun muda, terutama pada tanaman berumur 1-3 bulan. Ciri serangan: daun berlubang tidak beraturan, terdapat kotoran ulat, dan ulat aktif pada pagi/sore hari. Pengendalian: lakukan pemantauan rutin, tanam tanaman perangkap seperti jagung di sekitar lahan, dan gunakan insektisida biologi seperti Bacillus thuringiensis (Bt) sesuai dosis anjuran. Hindari penggunaan insektisida kimia spektrum luas yang dapat membunuh musuh alami.
Kutu daun (Aphis gossypii) biasanya menyerang pucuk dan daun muda, terutama saat musim kemarau. Ciri: daun mengeriting, layu, dan terdapat embun madu yang dapat memicu jamur jelaga. Pengendalian: semprot dengan air bertekanan tinggi untuk membasuh kutu, atau gunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun nimba (1 kg daun direbus dalam 10 liter air, dinginkan, semprotkan setiap 3-5 hari). Musuh alami seperti kumbang Coccinellidae dan larva syrphid dapat membantu mengendalikan populasi.
Rayap (Coptotermes spp.) menyerang akar dan pangkal batang, terutama pada lahan kering atau tanah berpasir. Ciri: tanaman layu mendadak, batang mudah patah, dan terdapat sarang rayap di sekitar perakaran. Pengendalian: hindari menanam di lahan bekas sarang rayap, gunakan mulsa organik yang tidak disukai rayap (misal serbuk gergaji kayu jati), dan aplikasi agen hayati seperti Beauveria bassiana. Jika serangan parah, konsultasikan dengan BPP setempat untuk pengendalian terpadu.