Cara Merawat Akar Wangi Agar Subur

Akar wangi (vetiver) adalah tanaman serbaguna yang mudah dirawat asalkan mendapat sinar matahari penuh dan drainase baik. Berikut panduan praktisnya untuk pekebun rumahan dan petani di Indonesia.

Jawaban singkat

Akar wangi (Vetiveria zizanioides) adalah rumput tahunan yang dikenal karena akarnya yang dalam dan harum. Tanaman ini sangat adaptif di Indonesia, tumbuh baik di dataran rendah hingga 1000 mdpl. Untuk mendapatkan akar wangi yang subur, pastikan lahan terkena sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari. Tanah yang ideal adalah lempung berpasir dengan pH 5,5–7,0. Hindari tanah yang tergenang karena dapat menyebabkan busuk akar.

Ringkas: Akar Wangi

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 6 jam/hari)
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu, lebih sering saat kemarau, hindari genangan
Musim
Tanam sepanjang tahun, awal musim hujan lebih baik
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman ini tahan kekeringan dan erosi, cocok untuk konservasi tanah

Penanaman dilakukan dengan anakan atau polibag. Jarak tanam yang dianjurkan 40x40 cm untuk produksi akar, atau 30x30 cm jika untuk konservasi tanah. Waktu tanam terbaik adalah awal musim hujan (Oktober–November) agar tanaman mendapatkan cukup air untuk pertumbuhan awal. Beri pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 1–2 kg per lubang tanam.

Perawatan rutin meliputi penyiangan gulma setiap 2 minggu sekali pada 2 bulan pertama, kemudian sebulan sekali. Pemupukan susulan dilakukan setiap 3 bulan dengan pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 50 gram per tanaman, atau gunakan pupuk organik cair setiap 2 minggu. Penyiraman dilakukan 2–3 kali seminggu pada musim kemarau, cukup 1–2 kali seminggu saat hujan. Pemangkasan daun kering atau terlalu rimbun dilakukan setiap 6 bulan untuk merangsang pertumbuhan akar.

Panen akar wangi dilakukan setelah tanaman berumur 12–18 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan pertumbuhan melambat. Gali akar secara hati-hati, cuci bersih, lalu jemur di bawah sinar matahari selama 3–5 hari hingga kadar air sekitar 10%. Akar kering dapat disimpan dalam wadah kedap udara. Dengan perawatan yang tepat, satu rumpun akar wangi dapat menghasilkan 2–4 kg akar basah.

Langkah-langkah

  1. Pilih lokasi dengan sinar matahari penuh (minimal 6 jam/hari) dan drainase baik. Gemburkan tanah sedalam 30 cm.
  2. Tanam anakan atau bibit polibag dengan jarak 40x40 cm. Beri pupuk kandang matang 1–2 kg per lubang tanam.
  3. Siram 2–3 kali seminggu pada musim kemarau, kurangi saat hujan. Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu pada 2 bulan pertama.
  4. Pupuk susulan dengan NPK 15:15:15 50 gram per tanaman setiap 3 bulan, atau pupuk organik cair setiap 2 minggu. Pangkas daun kering setiap 6 bulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama akar wangi bisa dipanen?

Panen pertama bisa dilakukan setelah 12–18 bulan. Selanjutnya, panen dapat dilakukan setiap 6–8 bulan dengan pemangkasan rutin.

Apa penyebab daun akar wangi menguning?

Penyebab utama adalah kekurangan nitrogen, kelebihan air (genangan), atau serangan jamur akar. Periksa drainase dan beri pupuk nitrogen jika perlu.

Bisakah akar wangi ditanam di pot?

Bisa, asalkan pot berdiameter minimal 40 cm dan tinggi 40 cm. Gunakan media campuran tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1.

Bagaimana cara memperbanyak akar wangi?

Perbanyakan dilakukan dengan memisahkan anakan (tunas) dari rumpun induk. Setiap anakan harus memiliki minimal 3 helai daun dan akar.

Apakah akar wangi tahan hama?

Relatif tahan, namun bisa terserang ulat daun atau kutu akar. Kendalikan dengan menjaga kebersihan lahan dan menggunakan pestisida nabati.

Kapan waktu terbaik menanam akar wangi?

Awal musim hujan (Oktober–November) agar tanaman mendapat cukup air untuk pertumbuhan awal. Namun bisa ditanam sepanjang tahun dengan penyiraman teratur.

Lebih lanjut tentang Akar Wangi

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.