Penanaman dilakukan dengan anakan atau polibag. Jarak tanam yang dianjurkan 40x40 cm untuk produksi akar, atau 30x30 cm jika untuk konservasi tanah. Waktu tanam terbaik adalah awal musim hujan (Oktober–November) agar tanaman mendapatkan cukup air untuk pertumbuhan awal. Beri pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 1–2 kg per lubang tanam.
Perawatan rutin meliputi penyiangan gulma setiap 2 minggu sekali pada 2 bulan pertama, kemudian sebulan sekali. Pemupukan susulan dilakukan setiap 3 bulan dengan pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 50 gram per tanaman, atau gunakan pupuk organik cair setiap 2 minggu. Penyiraman dilakukan 2–3 kali seminggu pada musim kemarau, cukup 1–2 kali seminggu saat hujan. Pemangkasan daun kering atau terlalu rimbun dilakukan setiap 6 bulan untuk merangsang pertumbuhan akar.
Panen akar wangi dilakukan setelah tanaman berumur 12–18 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan pertumbuhan melambat. Gali akar secara hati-hati, cuci bersih, lalu jemur di bawah sinar matahari selama 3–5 hari hingga kadar air sekitar 10%. Akar kering dapat disimpan dalam wadah kedap udara. Dengan perawatan yang tepat, satu rumpun akar wangi dapat menghasilkan 2–4 kg akar basah.