Waktu pemupukan terbaik dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan sekitar bulan September atau Oktober, serta di akhir musim hujan sekitar bulan Maret atau April. Kelembapan tanah yang cukup pada rentang waktu ini sangat membantu penyerapan unsur hara oleh akar halus. Pemupukan dilakukan dengan membuat parit melingkar atau sistem rorak sejauh 50 hingga 100 sentimeter dari pangkal batang sesuai dengan jangkauan tajuk terluar.
Saat tanaman memasuki usia generatif atau di atas empat tahun, kebutuhan unsur hara hara Kalium dan Fosfor meningkat pesat. Unsur Kalium berperan vital dalam merangsang pembentukan minyak atsiri dan mempertebal lapisan kulit kayu manis. Penambahan pupuk anorganik pelengkap harus diimbangi dengan pasokan bahan organik yang cukup agar efisiensi penyerapan hara tetap optimal dan tidak merusak keanekaragaman hayati tanah.
Kondisi kemasaman tanah perkebunan di Indonesia sering kali menjadi penghambat penyerapan hara. Jika pH tanah berada di bawah 5,5, penyerapan nitrogen dan fosfor akan terganggu meskipun pupuk telah diberikan. Pemberian kapur pertanian atau dolomit sebanyak 500 gram hingga 1 kilogram per pohon perlu dilakukan secara berkala satu bulan sebelum pemupukan utama untuk menetralkan keasaman tanah.