Pada fase vegetatif (tanaman belum berbatang), berikan pupuk organik 10–20 kg/tanaman setahun sekali, dikombinasikan dengan NPK 15-15-15 sebanyak 200–300 gram/tanaman per tahun. Aplikasi dilakukan saat awal musim hujan (Oktober–November) dengan cara ditabur melingkar di sekitar pangkal batang, lalu ditutup mulsa. Untuk lahan gambut, tambahkan dolomit 1–2 kg/tanaman untuk menaikkan pH.
Pada fase generatif (batang telah terbentuk), kebutuhan hara meningkat. Berikan pupuk NPK 15-15-15 500–700 gram/tanaman/tahun, ditambah pupuk KCL 200–300 gram/tanaman/tahun untuk meningkatkan kualitas pati. Aplikasi dilakukan dua kali setahun: awal musim hujan (Oktober) dan akhir musim hujan (April). Jangan lupa pupuk kandang 20–30 kg/tanaman/tahun untuk menjaga kesuburan tanah. Hindari pemupukan saat tanah tergenang untuk mencegah pencucian hara.
Pemupukan juga perlu disesuaikan dengan hasil analisis tanah. Ambil contoh tanah di sekitar perakaran (kedalaman 0–30 cm) dan kirim ke laboratorium terdekat. Jika pH <4,5, berikan kapur pertanian 1–2 ton/ha setahun sekali. Daun kuning atau pertumbuhan lambat menandakan kekurangan nitrogen, sedangkan daun menguning di tepi menandakan kekurangan kalium. Segera koreksi dengan pupuk tambahan sesuai gejala.