Pemberian pupuk nitrogen berlebih sering kali menjadi pemicu utama pohon tin tampak subur namun steril tanpa buah. Untuk merangsang pembuahan pada musim kemarau, kurangi porsi nitrogen dan berikan pupuk kaya fosfor serta kalium seminggu sekali selama 4 minggu berturut-turut pada area perakaran.
Pemangkasan ekstrem yang dilakukan pada waktu tidak tepat dapat membuang cabang produktif yang menyimpan bakal buah fig. Sebaiknya lakukan pemangkasan bentuk hanya 1 sampai 2 kali dalam setahun, dan fokuskan pemangkasan ringan pada cabang matun atau cabang air yang menyerap nutrisi tanpa menghasilkan buah.
Faktor kelembapan tanah dan kecukupan air juga sangat krusial, karena penyiraman yang tidak teratur membuat tanaman stres dan menggugurkan calon buah. Pada musim kemarau, siram tanaman tin sebanyak 1 hingga 2 liter air per pot berukuran 40 cm setiap pagi hari agar kondisi perakaran tetap stabil.