Pengamatan rutin minimal 2 kali seminggu, khususnya pada pagi hari pukul 07.00 hingga 09.00, sangat krusial untuk mendeteksi gejala awal serangan. Gejala umum meliputi daun berlubang, bercak putih berjelut di balik daun, hingga ditemukannya tumpukan serbuk kayu di piringan tanah sekitar pangkal batang.
Pengendalian secara fisik dapat dilakukan dengan memangkas cabang terinfeksi sejauh 10 hingga 15 cm di bawah jaringan yang rusak. Selain itu, pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 4 hingga 6 buah per 100 meter persegi area tanam efektif menekan populasi serangga terbang dewasa.
Pada puncak musim kemarau saat populasi kutu dan tungau meningkat, penyemprotan biopestisida berbahan aktif minyak mimba atau agen hayati dapat diaplikasikan secara berkala setiap 5 hingga 7 hari sekali sampai populasi hama terkendali di bawah ambang ekonomi.