Penyakit karat daun yang disebabkan oleh jamur Cerotelium fici merupakan ancaman utama pada musim basah. Gejala awal ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil berwarna kuning di permukaan atas daun, diikuti oleh bubuk oranye cokelat di bagian bawah daun. Jika dibiarkan tanpa penanganan selama 7 sampai 14 hari, seluruh daun dapat menguning, mengering, lalu gugur secara masif sehingga mengganggu proses fotosintesis secara drastis.
Selain masalah pada daun, pembusukan sistem perakaran akibat jamur Phytophthora sering terjadi ketika pot atau guludan tergenang air lebih dari 15 menit. Gejala yang terlihat berupa kelayuan daun secara mendadak pada siang hari meski media tanam dalam kondisi sangat basah. Sanitasi kebun dengan melakukan pemangkasan rutin setiap 3 bulan sekali dan pembuangan sisa-sisa tanaman sakit menjadi langkah pencegahan yang sangat vital.
Penanganan terpadu dapat dilakukan dengan menata ulang jarak tanam minimal 1 meter serta mengatur frekuensi penyiraman menjadi 1 hingga 2 kali seminggu saat hujan turun terus-menerus. Aplikasi hayati berupa mikroorganisme antagonis seperti Trichoderma sp. dengan dosis 10 hingga 20 gram per pot dapat diberikan pada perakaran setiap 14 hari. Apabila serangan penyakit sudah melampaui ambang ekonomi, konsultasikan penggunaan fungisida terdaftar kepada petugas penyuluh setempat.