Memasuki fase generatif atau saat pohon siap berbuah di atas usia 6 bulan, susunan nutrisi perlu diubah dengan meningkatkan unsur fosfor dan kalium serta mengurangi nitrogen. Taburkan pupuk pembuahan berkadar kalium tinggi sebanyak 20 hingga 25 gram per tanaman setiap 1 bulan sekali. Pengaplikasian dilakukan dengan membuat parit melingkar sedalam 5 sentimeter di bawah tajuk luar daun, kemudian ditutup kembali dengan tanah agar nutrisi tidak menguap.
Penyesuaian pemupukan berdasarkan kondisi musim sangat penting di wilayah tropis Indonesia. Pada puncak musim hujan antara bulan November hingga Februari, kurangi frekuensi kocor dan beralihlah ke pupuk tabur lambat-urai atau benamkan pupuk kompos sebanyak 3 kilogram per pot guna menjaga drainase dan mencegah kelembapan berlebih. Sebaliknya, saat musim kemarau kering dari bulan Mei hingga September, lakukan pemupukan secara kocor di pagi hari pukul 07.00 hingga 09.00 diikuti penyiraman rutin 2 kali sehari.
Selain hara makro, tanaman buah tin sangat merespons pemberian hara mikro dan pembenah tanah seperti kapur pertanian atau dolomit. Aplikasikan dolomit sebanyak 100 hingga 200 gram per pohon setiap 6 bulan sekali untuk menjaga pH tanah tetap ideal pada kisaran 6,0 hingga 7,5. Pemberian mikro nutrisi cair dengan cara disemprotkan ke daun dapat dilakukan setiap 3 minggu sekali untuk mencegah gejala klorosis atau daun menguning.