Penyebab utama yang paling sering ditemui adalah kelebihan air dan sistem drainase yang buruk selama musim hujan, tepatnya antara bulan November hingga Maret. Akar asam jawa yang tergenang air akan mengalami pembusukan dan kehilangan kemampuan menyerap oksigen serta nutrisi. Untuk tanaman muda berumur di bawah dua tahun, penyiraman cukup dilakukan 1 sampai 2 kali seminggu saat kemarau, dan hindari penyiraman sama sekali jika curah hujan sedang tinggi.
Selain masalah air, kekurangan unsur hara nitrogen dan zat besi juga menjadi pemicu menguningnya daun asam jawa. Pemberian pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon yang dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal musim hujan bulan Oktober dan akhir musim hujan bulan April, sangat efektif menjaga ketersediaan nutrisi tanah secara berkelanjutan.
Paparan intensitas cahaya matahari juga memegang peranan penting dalam kesehatan daun asam jawa. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6 hingga 8 jam setiap hari. Canopy yang terlalu rimbun tanpa pemangkasan berkala setiap 6 bulan sekali akan menciptakan kelembapan tinggi, mengundang hama pengisap cairan seperti kutu putih yang membuat daun berubah kuning dan layu.