Pengaturan penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi musim di Indonesia. Pada musim kemarau, siram tanaman muda sebanyak 2 kali seminggu dengan volume sekitar 10 sampai 15 liter per pohon hingga tanah basah meresap. Saat memasuki musim hujan, hentikan penyiraman manual dan pastikan saluran drainase di sekitar pangkal batang bebas dari genangan air, karena perakaran asam jawa rentan terhadap pembusukan jika terendam air terlalu lama.
Pemupukan susulan dilakukan secara berkala untuk menunjang pertumbuhan vegetatif dan generatif. Berikan pupuk NPK seimbang sebanyak 100 gram per pohon setiap 3 bulan sekali pada tahun pertama, lalu tingkatkan dosisnya menjadi 250 gram per pohon pada tahun kedua dan ketiga. Aplikasikan pupuk dengan cara membuat parit melingkar sejajar tajuk luar pohon, lalu tutup kembali dengan tanah dan siram hingga lembap.
Pemangkasan rutin dilakukan minimal 2 kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan dan akhir musim kemarau. Pemangkasan bertujuan untuk membuang tunas air, cabang yang bersilangan, serta dahan yang terserang hama. Selain membentuk struktur pohon yang seimbang, pemangkasan juga membuka sirkulasi udara dan pencahayaan ke bagian dalam canopy, sehingga merangsang pembentukan bunga dan buah secara merata.