Lalat buah menjadi ancaman utama saat tanaman plum berbuah, dengan tingkat kerusakan mencapai 40 hingga 60 persen jika tidak ditangani. Lalat betina menyuntikkan telur ke dalam buah plum muda berdiameter 2 hingga 3 sentimeter, menyebabkan buah membusuk dan gugur prematur. Pemasangan perangkap petrogenol sebanyak 15 hingga 20 titik per hektar efektif menekan populasi lalat jantan.
Kutudaun dan tungau merusak bagian tunas muda serta permukaan bawah daun, terutama pada musim kemarau yang kering. Serangan ditandai dengan daun memelintir, menguning, dan timbulnya embun jelaga hitam akibat ekskresi manis kutu. Penyemprotan minyak nabati atau sabun kalium dengan frekuensi 5 hari sekali selama 3 minggu berturut-turut dapat mengendalikan koloni tanpa merusak musuh alami.
Penggerek batang dan cabang sering menyerang tanaman plum berumur di atas 3 tahun, menghasilkan gumpalan resin atau damar pada kulit kayu disertai lubang berdiameter 2 sampai 4 milimeter. Sanitasi kebun dengan memangkas cabang terserang sepanjang 10 sentimeter di bawah area infeksi serta membersihkan gulma radius 1 meter dari pangkal batang dapat memutus siklus hidup serangga ini.