Pengaturan penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi iklim tropis Indonesia untuk menjaga kelembapan tanah tanpa menyebabkan pembusukan akar. Pada musim kemarau yang berlangsung dari April hingga Oktober, siram tanaman dengan volume 10 sampai 15 liter air per pohon setiap 2 hari sekali pada pagi hari. Sebaliknya, saat memasuki musim hujan dari November hingga Maret, kurangi frekuensi penyiraman dan pastikan saluran drainase di sekitar piringan pohon dibuat sedalam 30 cm agar air tidak tergenang.
Pemupukan berkala menjadi kunci utama agar tanaman plum tumbuh vegetatif secara optimal dan cepat memasuki fase pembuahan. Berikan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 15 sampai 20 kg per pohon setiap 6 bulan sekali pada awal dan akhir musim hujan. Tambahkan pupuk NPK dengan rasio 16-16-16 sebanyak 250 gram per pohon setiap 3 bulan sekali pada masa pertumbuhan, lalu tingkatkan kandungan Kalium saat tanaman memasuki usia generatif 2 hingga 3 tahun.
Pemangkasan tajuk dan sanitasi kebun wajib dilakukan secara konsisten untuk merangsang pembuahan dan mencegah serangan hama. Lakukan pemangkasan bentuk pada cabang yang saling bersilangan atau tumbuh mengarah ke dalam tajuk setiap 3 bulan sekali agar sirkulasi udara dan cahaya matahari merata. Selain itu, bersihkan gulma di sekitar piringan pohon dengan radius 1 meter secara rutin setiap 2 minggu sekali agar tidak terjadi perebutan hara tanah.