Kunci kesuburan zaitun di wilayah tropis terletak pada pengelolaan media tanam yang porous dengan tingkat kemasaman tanah (pH) optimal 6,5 hingga 7,5. Campuran tanah topsoil, pasir malang, dan kompos matang dengan perbandingan 1:1:1 sangat disarankan. Penambahan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 50 gram per pot ukuran 40 cm setiap 6 bulan sekali membantu menjaga kestabilan pH dan kecukupan kalsium.
Penyiraman harus disesuaikan dengan pola musim di Indonesia. Selama musim hujan (November sampai Maret), penyiraman cukup dilakukan 1 sampai 2 kali seminggu jika media tanam mulai mengering, sedangkan pada musim kemarau penyiraman dilakukan 1 kali sehari pada pagi hari. Penyiraman berlebihan harus dihindari karena akar zaitun sangat rentan terhadap pembusukan akibat genangan air.
Pemupukan berkala menggunakan pupuk organik cair atau pupuk kandang kambing yang sudah difermentasi sempurna sebanyak 2 sampai 3 kg per tanaman setiap 3 bulan sekali akan menunjang pertumbuhan vegetatif. Pemangkasan bentuk juga perlu dilakukan setiap 6 bulan untuk membuang tunas air dan membuka kanopi agar sirkulasi udara lancar serta mengurangi risiko serangan jamur di iklim lembap.