Pada tahap pertumbuhan awal selama 1 hingga 6 bulan pertama, siram bibit zaitun sebanyak 5 liter air per pohon setiap 2 hari sekali pada musim kemarau, dan kurangi menjadi 1 minggu sekali pada musim hujan untuk mencegah pembusukan akar. Pohon zaitun sangat rentan terhadap genangan air, sehingga pembuatan guludan setinggi 30 sentimeter dan saluran drainase di sekeliling area tanam wajib disiapkan sebelum memasuki puncak musim hujan di bulan November hingga Februari.
Pemupukan susulan dilakukan setiap 3 bulan sekali menggunakan 250 gram pupuk NPK seimbang pada tahun pertama, kemudian ditingkatkan menjadi 500 gram per pohon pada tahun kedua dan ketiga. Lakukan pemangkasan bentuk pada akhir musim hujan dengan menyisakan 3 hingga 4 cabang utama agar tajuk pohon terbuka dan mendapat paparan sinar matahari minimal 8 jam sehari. Pemangkasan ini juga merangsang pembentukan tunas generatif baru yang akan menghasilkan bunga.
Pohon zaitun hasil perbanyakan vegetatif biasanya mulai belajar berbuah pada umur 3 hingga 4 tahun setelah tanam. Buah zaitun siap dipanen saat warnanya berubah dari hijau muda menjadi kekuningan atau kehitaman, yang umumnya berlangsung 6 hingga 8 bulan setelah pembuangan bunga. Proses pemanenan dilakukan secara manual dengan memetik langsung menggunakan tangan atau memotong tangkai buah agar tidak merusak dompolan bunga untuk periode pembuahan berikutnya.