Memasuki musim kemarau yang berlangsung selama 4 hingga 6 bulan, kekeringan ekstrem pada tanah juga memicu perubahan warna daun. Tanaman kersen secara alami akan menguningkan dan menggugurkan daun-daun tuanya sebagai mekanisme pertahanan diri untuk mengurangi penguapan air. Untuk mencegah stres air ini, penyiraman teratur sebanyak 10 hingga 15 liter per pohon setiap 2 hari sekali pada jam 07.00 WIB sangat dianjurkan agar kelembapan zona perakaran tetap terjaga.
Masalah kekurangan unsur hara seperti Nitrogen dan Besi (klorosis) juga sering ditemukan pada kersen yang ditanam di lahan kritis atau pot berdiameter di bawah 50 cm. Defisiensi hara ini dicirikan oleh pemucatan warna hijau daun menjadi kuning secara merata. Pemberian pupuk organik berupa kompos matang sebanyak 5 hingga 10 kilogram per pohon yang dibenamkan melingkar setiap 3 bulan sekali terbukti mampu memulihkan kesegaran daun dalam kurun waktu 14 hingga 21 hari.
Selain faktor lingkungan, serangan hama pengisap cairan seperti kutu putih dan tungau sering merebak saat kelembapan udara di atas 80 persen. Hama ini menyedot cairan sel daun dan meninggalkan bercak kuning yang meluas. Lakukan pemangkasan pemeliharaan sebanyak 15 hingga 20 persen pada tajuk yang terlalu rimbun agar sinar matahari dapat menembus bagian dalam tanaman selama 6 hingga 8 jam sehari guna menekan populasi hama secara alami.