Kekurangan pasokan air pada musim kemarau memicu gangguan penyerapan hara penting seperti nitrogen dan besi dari dalam tanah. Klorosis atau menguningnya jaringan daun dimulai dari daun tua di bagian bawah rumpun tajuk ketika tanaman kekurangan nitrogen, atau pada daun muda ketika kekurangan unsur besi. Jika kondisi ini dibiarkan selama lebih dari 14 hari tanpa tindakan perbaikan, produktivitas pembentukan bunga dan buah belimbing dapat merosot hingga 60 persen.
Selain faktor pengairan dan nutrisi, musim kemarau yang kering menciptakan kondisi ideal bagi perkembangan hama pengisap seperti tungau merah dan kutu daun. Hama ini menusuk jaringan epidermis bawah daun dan mengisap cairan sel, meninggalkan bercak-bercak kuning kecokelatan yang cepat meluas dalam kurun waktu 5 sampai 7 hari. Pemberian mulsa organik tebal 5 hingga 10 sentimeter di sekitar piringan pohon sangat efektif menjaga kelembapan tanah dan menekan populasi hama mikro tersebut.
Pemulihan tanaman belimbing yang menguning memerlukan aplikasi pemupukan berimbang yang disesuaikan dengan fase vegetatif dan generatif. Petani disarankan memberikan pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon setiap 3 bulan sekali, dikombinasikan dengan penyiraman rutin pada pagi hari jam 06.00 sampai 08.00 WIB. Pemangkasan pemeliharaan pada cabang yang terlalu rapat juga perlu dilakukan untuk memastikan seluruh bagian tajuk menerima intensitas sinar matahari secara merata.