Jarak tanam ideal untuk pembudidayaan belimbing di lahan terbuka adalah 6x6 meter atau 7x7 meter agar tajuk tanaman memperoleh sirkulasi udara dan intensitas cahaya yang merata. Awal musim hujan merupakan waktu terbaik untuk memindahkan bibit ke lahan utama agar tanaman mendapatkan pasokan air alami secara optimal selama masa adaptasi. Setelah bibit diletakkan tegak lurus sejajar leher akar, padatkan tanah di sekelilingnya, pasang ajir penyangga setinggi 1,5 meter, dan siram dengan 5 sampai 10 liter air per lubang tanam.
Pemeliharaan rutin meliputi penyiraman sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada musim kemarau, terutama saat fase pembungaan dan pembesaran buah. Pemupukan susulan diberikan setiap 3 bulan sekali menggunakan 250 gram pupuk NPK seimbang (15-15-15) per pohon pada tahun pertama, lalu ditingkatkan bertahap hingga 1 kilogram per pohon untuk tanaman berusia di atas 3 tahun. Pemangkasan bentuk juga perlu dilakukan untuk memelihara 3 hingga 4 cabang utama agar tajuk tetap pendek dan memudahkan perawatan serta pemanenan.
Pembungkusan buah atau brongsong wajib dilakukan ketika bakal buah berukuran sebesar ibu jari atau berumur 2 hingga 3 minggu setelah bunga mekar untuk mencegah serangan hama lalat buah. Gunakan kertas semen atau plastik transparan yang diberi lubang resapan di bagian bawahnya guna mengalirkan embun. Buah belimbing dapat dipanen setelah berumur 65 hingga 90 hari sejak bunga mekar, yang ditandai dengan perubahan warna kulit dari hijau muda menjadi kuning keemasan pada lekukan buahnya.