Hama pengisap seperti kutu kebul dan kutudaun sering kali bersarang di permukaan bawah daun gerbera dan menyerap nutrisi tanaman secara terus-menerus. Serangan kutu kebul ditandai dengan kumpulan serangga kecil berwarna putih yang terbang saat daun digoyang, serta munculnya lapisan embun jelaga hitam yang menghalangi fotosintesis. Jika penanganan terlambat, dalam waktu 7 hingga 10 hari daun gerbera akan menguning, kerut, dan menyebabkan kuncup bunga gagal berkembang secara sempurna.
Pada kondisi cuaca panas dan kering, thrips dan tungau merah menjadi musuh utama pekebun gerbera. Thrips merusak kelopak bunga dengan meninggalkan bekas garukan berwarna perak atau keperakan yang perlahan berubah menjadi cokelat mengering. Sementara itu, tungau merah yang berukuran mikroskopis merusak jaringan sel daun hingga daun melengkung ke bawah seperti sendok dan tertutup jaring benang halus, yang berisiko membuat tanaman mati pucuk jika tidak segera diatasi.
Pengendalian hama gerbera yang efektif memerlukan pendekatan terpadu yang memadukan sanitasi lingkungan dan tindakan mekanis. Lakukan pemangkasan daun tua yang bersentuhan dengan tanah setiap 7 hari sekali untuk meningkatkan sirkulasi udara di sekitar pangkal batang. Pemasangan papan perangkap lengket berwarna kuning sebanyak 1 lembar per 10 meter persegi sangat membantu menekan populasi serangga dewasa, diimbangi dengan penyemprotan pestisida nabati berbasis minyak mimba atau sabun kalium secara berkala pada pagi hari.