Pada fase pertumbuhan vegetatif atau bibit muda, Euphorbia memerlukan pupuk organik kaya nitrogen seperti pupuk kandang ayam yang telah terdekomposisi sempurna sebanyak 50 gram per pot diameter 20 cm setiap bulan sekali. Namun, saat tanaman memasuki fase generatif untuk pembentukan bunga, alihkan pemupukan menggunakan racikan pupuk dengan kadar Nitrogen rendah serta tinggi Fosfor dan Kalium (seperti rasio NPK 10-30-30 atau pupuk lambat urai/slow release) sebanyak 5 hingga 10 gram per pot yang diberikan setiap 14 hingga 30 hari sekali.
Penyesuaian jadwal pemupukan sangat bergantung pada dinamika musim di Indonesia. Pada musim hujan antara bulan November hingga Maret, kelembapan udara yang tinggi meningkatkan risiko pembusukan akar, sehingga pemupukan cair cukup dilakukan 4 minggu sekali atau dialihkan penuh ke pupuk lambat urai. Sebaliknya, saat musim kemarau dari April hingga Oktober, aplikasi pupuk cair dapat ditingkatkan menjadi 14 hari sekali diselingi penyiraman teratur pada pagi hari saat matahari cerah.
Teknik aplikasi pupuk euphorbia yang benar adalah dengan menaburkan pupuk butiran di sekeliling pinggir pot, minimal berjarak 5 cm dari batang utama berduri untuk mencegah luka bakar pada jaringan tanaman. Selain pupuk akar, penyemprotan pupuk daun yang mengandung hara mikro seperti Boron dan Kalsium setiap 2 bulan sekali pada jam 06.00 hingga 08.00 WIB sangat efektif memperkuat mahkota bunga agar tidak mudah rontok tersapu angin dan hujan. Putar posisi pot secara berkala agar seluruh bagian tanaman mendapatkan intensitas cahaya matahari dan penyerapan hara yang merata.