Penyebab paling umum daun Euphorbia kuning adalah penyiraman yang tidak seimbang. Meskipun musim kemarau menuntut kelembapan, pemberian air sebanyak 500 ml setiap hari tanpa drainase yang baik justru memicu busuk akar. Sebaliknya, jika tanaman tidak disiram selama lebih dari 7 hingga 10 hari, Euphorbia akan menggugurkan daun bawahnya sebagai mekanisme bertahan hidup dari dehidrasi.
Serangan hama tungau merah dan kutu putih juga meningkat pesat pada cuaca kering berdebu di musim kemarau. Hama ini mengisap cairan sel daun dari permukaan bawah, menyebabkan bercak kekuningan kecil yang lambat laun meluas ke seluruh lembaran daun. Penyemprotan air bersih secara teratur pada bagian bawah daun setiap 3 hari sekali dapat membantu mengurangi populasi hama secara alami.
Kebutuhan hara Euphorbia tetap harus dipenuhi meski sedang musim kemarau. Pemberian pupuk majemuk NPK berkadar nitrogen sedang setiap 3 sampai 4 minggu sekali membantu menjaga pembentukan klorofil daun. Pastikan media tanam menggunakan campuran pasir malang, sekam bakar, dan tanah dengan rasio 2:1:1 agar sirkulasi udara di area perakaran tetap optimal.