Musim hujan dan musim kemarau di Indonesia memengaruhi tingkat penyerapan nutrisi oleh perakaran Calathea. Saat musim hujan dengan curah hujan tinggi dan suhu ruangan lebih sejuk, media tanam cenderung lembap lebih lama sehingga frekuensi pemupukan disesuaikan menjadi 4 minggu sekali. Sebaliknya, saat musim kemarau dengan suhu udara mencapai 30 hingga 33 derajat Celsius, tanaman bertranspirasi lebih cepat, sehingga Anda bisa memberikan pupuk setiap 2 minggu sekali namun pastikan media tanam sudah disiram air bersih terlebih dahulu sebelum dikucuri larutan pupuk.
Pemilihan jenis pupuk calathea sangat menentukan penampilan daun indahnya. Penggunaan pupuk cair organik berbasis asam humat dan ekstrak rumput laut sebanyak 5 sampai 10 ml per liter air sangat dianjurkan untuk memperkuat sistem perakaran dan menjaga warna daun tidak pudar. Hindari pemberian pupuk butiran langsung di dekat pangkal batang karena dapat memicu luka bakar pada jaringan akar yang lunak. Jika menggunakan pupuk lambat lepas, berikan secukupnya yaitu 3 hingga 5 gram per pot berdiameter 20 cm setiap 3 bulan sekali.
Penggaraman pada media tanam ditandai dengan munculnya kerak putih di permukaan tanah atau pinggiran daun yang mengering kecokelatan. Untuk mencegah hal ini, lakukan pembilasan media tanam (leaching) setiap 2 bulan sekali dengan mengalirkan air bersih sebanyak 2 hingga 3 liter hingga keluar dari lubang drainase pot. Langkah pembersihan rutin ini membuang sisa garam pupuk berlebih, menjaga pH tanah tetap stabil pada kisaran 6,0 sampai 6,5, dan membuat tanaman Calathea terus bertunas rimbun.