Penyebab paling umum dari perubahan warna kuning pada daun tua bagian bawah adalah defisiensi hara nitrogen. Saat media tanam kekurangan nitrogen, kailan secara alami memindahkan sisa nutrisi dari daun tua ke daun muda yang sedang tumbuh pesat. Pemberian pupuk organik cair yang kaya nitrogen seperti infus kotoran ayam atau urine kelinci terfermentasi seminggu sekali dengan frekuensi 2 kali per minggu pada fase vegetatif awal (usia 10-25 hari setelah tanam) sangat efektif mencegah masalah ini.
Selain masalah nutrisi, sengatan sinar matahari langsung di atas suhu 32 derajat Celsius tanpa naungan net paranet 50 persen dapat memicu klorosis lokal. Daun kailan akan tampak menguning pucat berbercak kecokelatan di bagian tepi. Dalam kondisi kemarau, penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pukul 06.00-08.00 pagi dan pukul 16.00-17.00 sore, guna menjaga suhu perakaran tetap stabil dan mencegah kekeringan media tanam.
Serangan hama pengisap seperti kutu daun dan thrips yang berkembang biak sangat cepat di iklim kering juga menjadi pemicu klorosis pada kailan. Hama-hama ini menusuk epidermis daun dan mengisap cairan sel, meninggalkan noda kuning samar berukuran kecil yang lama-kelamaan menyatu. Pengendalian mandiri dapat dimulai dengan menyemprotkan larutan sabun pencuci piring lembut atau minyak nabati yang diencerkan setiap 3 hari sekali pada sore hari untuk menekan populasi hama secara alami.