Pada fase awal (0–30 hari setelah tanam), gunakan pupuk dengan kandungan nitrogen lebih tinggi, misalnya pupuk kandang atau kompos yang sudah matang. Campurkan 1–2 kg pupuk kandang per meter persegi lahan saat persiapan tanah. Setelah tanaman berumur 1 bulan, berikan pupuk NPK seimbang (16-16-16) dengan dosis 5–10 gram per tanaman setiap 2 minggu. Larutkan dalam air dan siramkan ke media tanam.
Saat musim hujan, kurangi dosis pupuk nitrogen karena tanah sudah lembab dan risiko penyakit meningkat. Sebaliknya, pada musim kemarau, tingkatkan frekuensi penyiraman dan berikan pupuk daun yang mengandung unsur mikro seperti magnesium dan besi untuk menjaga warna hijau daun. Pupuk daun bisa disemprotkan setiap 1–2 minggu sekali pada pagi atau sore hari.
Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan daun menguning atau pertumbuhan terlalu cepat yang rentan hama. Jika tanaman menunjukkan gejala kekurangan unsur hara (daun pucat, pertumbuhan kerdil), segera konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat. Gunakan pupuk organik seperti kompos atau vermikompos sebagai sumber nutrisi utama untuk hasil yang lebih alami.