Penyemaian benih parsley perlu kesabaran karena benihnya keras dan lambat berkecambah (14-30 hari). Rendam benih dalam air hangat selama 12-24 jam sebelum semai untuk memecah dormansi. Semai di media campuran tanah, kompos, dan sekam (1:1:1) dengan kedalaman 0,5 cm. Jaga kelembaban dengan menyiram 2 kali sehari (pagi dan sore) menggunakan spray. Setelah bibit berumur 4-6 minggu atau memiliki 3-4 daun sejati, pindahkan ke pot atau lahan tanam.
Perawatan rutin meliputi penyiraman teratur (setiap hari jika tidak hujan, pagi atau sore), pemupukan setiap 2 minggu dengan pupuk organik cair (misal larutan kompos atau pupuk kandang encer), dan penyiangan gulma. Parsley menyukai tanah gembur dengan pH 6-7. Pemangkasan tunas bunga segera setelah muncul agar daun tetap lebat dan tidak cepat berbiji. Panen daun dimulai saat tanaman sudah berumur 2-3 bulan, dengan memotong daun bagian luar dari pangkal batang.
Hama yang sering menyerang parsley di Indonesia adalah ulat grayak, kutu daun, dan siput. Untuk mengendalikan, gunakan pestisida nabati seperti larutan bawang putih atau cabai. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat. Penyakit yang mungkin muncul adalah bercak daun (Septoria) dan busuk akar akibat drainase buruk. Pastikan pot atau bedengan memiliki lubang drainase yang cukup, dan jangan menyiram berlebihan.