Cara panen yang benar adalah dengan memotong tangkai daun dari pangkal batang utama, menyisakan sekitar 2-3 cm dari pangkal. Jangan mencabut seluruh tanaman karena parsley dapat tumbuh kembali dan dipanen berulang kali. Gunakan gunting atau pisau tajam yang bersih untuk memotong. Panenlah daun bagian luar terlebih dahulu, biarkan daun bagian dalam (daun muda) tetap tumbuh. Frekuensi panen ideal adalah setiap 1-2 minggu sekali, tergantung pada pertumbuhan tanaman.
Untuk mendapatkan hasil panen maksimal, pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari penuh (minimal 6 jam sehari) dan disiram secara teratur, terutama saat musim kemarau. Di musim hujan, kurangi penyiraman untuk mencegah busuk akar. Beri pupuk kompos atau NPK daun dengan dosis rendah setiap 2 minggu setelah panen. Jika daun mulai menguning atau pertumbuhan lambat, segera tambahkan pupuk nitrogen organik seperti air cucian beras atau pupuk kandang cair.
Hasil panen parsley sebaiknya segera digunakan atau disimpan dalam lemari es. Daun parsley segar bisa bertahan hingga 1 minggu jika disimpan dalam plastik berlubang di rak sayuran. Untuk penyimpanan jangka panjang, Anda bisa mengeringkannya dengan cara dijemur di tempat teduh atau menggunakan dehidrator, lalu simpan dalam wadah kedap udara. Parsley kering tetap memiliki aroma yang kuat dan bisa digunakan sebagai bumbu masakan.