Pemupukan dasar diberikan saat pengolahan tanah, yaitu pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 10-15 ton/ha (setara 1-1,5 kg/m² untuk lahan sempit). Campurkan merata dengan tanah bedengan 1-2 minggu sebelum tanam. Untuk lahan kurang subur, tambahkan pupuk NPK 15-15-15 dosis 200-300 kg/ha (20-30 g/m²) sebagai pupuk dasar, atau gunakan pupuk organik granular sesuai rekomendasi setempat.
Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman berumur 21-28 hari setelah tanam (HST), yaitu fase pertumbuhan vegetatif aktif. Gunakan pupuk NPK 15-15-15 atau setara dengan dosis 100-150 kg/ha (10-15 g/m²) yang dibenamkan di sekitar perakaran. Pada fase generatif (mulai muncul bunga, sekitar 40-50 HST), berikan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium lebih tinggi, misalnya NPK 10-20-20 atau 12-12-17+TE, dosis 100-150 kg/ha. Hindari pemupukan nitrogen tinggi saat pembungaan.
Pemupukan daun dapat dilakukan sebagai suplemen dengan menyemprotkan pupuk organik cair atau ekstrak rumput laut setiap 10-14 hari sekali pada pagi atau sore hari, mulai umur 2 minggu hingga 2 minggu sebelum panen. Perhatikan gejala defisiensi: daun menguning (kekurangan N), pertumbuhan lambat (P), atau tepi daun kering (K). Konsultasikan dengan penyuluh BPP setempat untuk dosis pupuk kimia spesifik sesuai hasil uji tanah.