Benih jintan hitam bisa diperoleh dari toko pertanian atau biji kering yang masih utuh. Rendam benih dalam air hangat (50°C) selama 15 menit untuk mematahkan dormansi, lalu tiriskan. Semai benih sedalam 0,5 cm di tray semai atau langsung di polybag dengan jarak tanam 20×20 cm. Setiap lubang tanam diisi 2–3 biji, lalu tutup tipis dengan tanah. Siram perlahan menggunakan sprayer agar benih tidak hanyut. Bibit akan muncul dalam 7–14 hari.
Perawatan utama meliputi penyiraman rutin 2 kali sehari (pagi dan sore) saat musim kemarau, atau cukup 1 kali jika hujan. Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu dan beri pupuk cair organik (misal urin kelinci atau MOL) setiap 2 minggu sekali sejak tanaman berumur 2 minggu. Pemupukan susulan bisa menggunakan pupuk NPK 16-16-16 dosis 2 gram per tanaman pada umur 30 dan 45 hari setelah tanam (HST). Hindari genangan air karena bisa menyebabkan busuk akar.
Jintan hitam mulai berbunga 45–60 HST dan buah siap panen 90–120 HST. Tanda panen: kelopak bunga mengering, kapsul buah berubah warna coklat kehitaman, dan biji sudah keras. Petik kapsul buah, jemur di bawah sinar matahari selama 2–3 hari hingga kering, lalu gosok perlahan untuk mengeluarkan biji. Simpan biji dalam wadah kedap udara di tempat sejuk. Hasil panen rata-rata 5–10 gram per tanaman. Untuk konsumsi sendiri, tanam minimal 10 polybag.