Memasuki fase vegetatif (5–12 bulan), kebutuhan nitrogen meningkat. Berikan pupuk urea sebanyak 75 gram per tanaman setiap 3 bulan, dikombinasikan dengan 50 gram SP-36 dan 50 gram KCl. Jika tanaman tumbuh di lahan dengan pH rendah (di bawah 5,5), lakukan pengapuran dengan dolomit sebanyak 0,5–1 kg per tanaman setahun sekali. Pengapuran penting untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara, terutama fosfor dan kalsium. Pada musim kemarau, kurangi dosis urea menjadi 50 gram untuk menghindari stres air, sementara pada musim hujan, tambahkan 25 gram urea untuk mengimbangi pencucian hara.
Saat tanaman mulai berbuah (umur 2–3 tahun), pemupukan difokuskan pada kalium dan fosfor untuk mendukung pembentukan buah. Berikan 100 gram KCl, 75 gram SP-36, dan 50 gram urea per tanaman setiap 4 bulan. Sebarkan pupuk di area perakaran yang aktif, yaitu sekitar 30–40 cm dari batang. Untuk meningkatkan kualitas buah, semprotkan pupuk daun yang mengandung unsur mikro (Zn, B, Mn) setiap 1–2 bulan sekali pada pagi hari. Hindari pemupukan saat hujan deras untuk mencegah pencucian. Pada tanaman yang sudah tua (di atas 10 tahun), dosis pupuk dapat dinaikkan 20% untuk mempertahankan produktivitas.
Kunci keberhasilan pemupukan kemukus adalah konsistensi dan pengamatan tanaman. Jika daun tampak kuning dan pertumbuhan lambat, tambahkan urea 25–50 gram per tanaman. Jika buah kecil dan mudah rontok, tingkatkan dosis KCl 25–50 gram. Selalu gunakan pupuk sesuai dosis yang dianjurkan pada label kemasan dan konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat jika ragu. Pemupukan organik seperti kompos atau pupuk kandang juga dianjurkan diberikan setahun sekali sebanyak 5–10 kg per tanaman untuk menjaga kesuburan tanah jangka panjang.