Pemupukan dasar dilakukan saat tanam dengan campuran pupuk kandang atau kompos sebanyak 5–10 ton per hektar, ditambah 100–150 kg urea, 100–200 kg SP-36, dan 100–150 kg KCl per hektar. Pupuk kandang diberikan seminggu sebelum tanam, dicampur merata dengan tanah. Pupuk kimia diberikan saat tanam dengan cara dilarik di samping lubang tanam sedalam 5–10 cm, lalu ditutup tanah. Untuk pekebun rumahan, gunakan 1–2 kg pupuk kandang per tanaman dan 10–15 gram pupuk NPK 16-16-16 per tanaman.
Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman berumur 30–45 hari setelah tanam (HST) dengan dosis 50–75 kg urea per hektar atau 5–10 gram per tanaman. Pemupukan susulan kedua pada umur 60–75 HST menggunakan 50–75 kg KCl per hektar atau 5–10 gram per tanaman. Pemupukan susulan dilakukan dengan cara ditugal sedalam 5–10 cm di sekitar perakaran, lalu ditutup tanah. Pada musim hujan, kurangi dosis urea karena risiko pencucian, atau bagi menjadi 3 kali aplikasi. Pada musim kemarau, tingkatkan frekuensi penyiraman setelah pemupukan.
Ciri-ciri rosella kekurangan unsur hara: daun menguning (kurang N), daun ungu kemerahan (kurang P), tepi daun kering dan buah kecil (kurang K), atau pertumbuhan kerdil (kurang unsur mikro). Untuk mengatasi, lakukan pemupukan daun dengan pupuk organik cair (POC) atau pupuk mikro seperti Zn dan B setiap 2 minggu sekali pada sore hari. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan tanaman terlalu rimbun dan rentan hama. Selalu ikuti dosis pada kemasan dan konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi spesifik lahan Anda.