Perbanyakan rosella umumnya menggunakan biji. Rendam biji dalam air hangat (50°C) selama 15 menit, lalu tiriskan. Semai biji dalam tray atau polybag kecil berisi campuran tanah dan pupuk kandang (2:1). Siram setiap pagi, letakkan di tempat teduh. Setelah 2–3 minggu atau bibit berdaun 4–6 helai, pindahkan ke lahan dengan jarak tanam 60×60 cm atau 60×80 cm. Lakukan penanaman sore hari, siram segera, dan beri naungan sementara dari daun pisang atau paranet 50% selama 3–5 hari agar bibit tidak layu.
Perawatan rutin meliputi penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore) pada musim kemarau, cukup 1 kali jika hujan. Pemupukan susulan diberikan 2 minggu setelah tanam (MST) dan 6 MST menggunakan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5–10 g per tanaman dengan cara tugal sedalam 5 cm di sekeliling tanaman. Penyiangan gulma dilakukan setiap 2 minggu. Pemangkasan cabang liar dan daun tua penting dilakukan saat tanaman mulai berbunga (sekitar 8–10 MST) untuk merangsang pembentukan kelopak bunga yang lebih besar dan memudahkan panen.
Panen kelopak bunga rosella dimulai saat tanaman berumur 3–4 bulan (12–16 MST), tergantung varietas. Ciri siap panen: kelopak bunga berwarna merah cerah, segar, dan mudah lepas saat ditarik. Petik kelopak beserta mahkota bunganya, lakukan setiap 3–5 hari sekali selama 1–2 bulan. Setelah dipanen, segera pisahkan kelopak dari biji, cuci bersih, lalu jemur di bawah sinar matahari langsung selama 2–3 hari hingga kering (kadar air sekitar 10%). Simpan dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering.