Panduan Pemupukan Tanaman Garut untuk Hasil Umbi Melimpah

Pemupukan tanaman garut yang tepat membutuhkan kombinasi pupuk organik dasar dan pemupukan susulan berkala agar umbi tumbuh besar, renyah, serta kaya pati.

Jawaban singkat

Tanaman garut (Maranta arundinacea) merupakan salah satu tanaman pangan penghasil pati berkualitas tinggi yang sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Keberhasilan budidaya garut sangat ditentukan oleh manajemen nutrisi dan penggunaan pupuk garut yang seimbang sejak awal masa tanam. Penyerapan hara yang optimal membuat tanaman mampu memproduksi pati secara maksimal di dalam rhizoma atau umbi.

Ringkas: Garut

Cahaya
Cahaya matahari penuh hingga naungan ringan (20-30%)
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali seminggu saat musim kemarau
Musim
Awal musim hujan (Oktober-November)
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman sangat tangguh dan cocok untuk penganekaragaman pangan lokal.

Pemupukan dasar dilakukan saat pengolahan tanah sekitar 2 minggu sebelum bibit garut ditanam di lahan. Tebarkan pupuk organik seperti pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar, atau sekitar 1 sampai 2 kilogram per lubang tanam. Langkah ini bertujuan untuk memperbaiki struktur fisik tanah agar menjadi gembur, sehingga perakaran dan umbi garut dapat berkembang tanpa hambatan.

Pemupukan susulan pertama diberikan pada umur 30 hingga 45 hari setelah tanam saat tanaman mulai membentuk anakan dan daun baru. Pada fase vegetatif ini, tanaman garut membutuhkan asupan nitrogen dan fosfor yang cukup untuk memperkuat batang serta memperluas area perakaran. Berikan pupuk melingkar di sekeliling tajuk tanaman dengan jarak sekitar 10 hingga 15 sentimeter dari pangkal batang.

Pemupukan susulan kedua dilakukan pada umur 90 hingga 120 hari setelah tanam, bersamaan dengan fase inisiasi dan pembesaran umbi. Pada periode penting ini, porsi kalium harus ditingkatkan untuk mendorong akumulasi pati ke dalam umbi garut. Lakukan pembumbunan tanah setelah pemupukan susulan kedua ini agar pupuk tidak terbuang dan umbi terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Langkah-langkah

  1. Aplikasi Pupuk Dasar: Campurkan 1 hingga 2 kg pupuk kandang matang ke dalam lubang tanam dua minggu sebelum penanaman rimpang garut.
  2. Aplikasi Pemupukan Susulan I: Taburkan pupuk makro seimbang melingkar tajuk pada usia 30 sampai 45 hari setelah tanam, lalu tutup tipis dengan tanah.
  3. Aplikasi Pemupukan Susulan II: Berikan pupuk kaya kalium pada usia 90 sampai 120 hari setelah tanam untuk memaksimalkan pengisian pati umbi.
  4. Pembumbunan dan Penyiraman: Lakukan pembumbunan tanah mengelilingi rumpun garut segera setelah pemupukan dan siram tanah hingga lembap.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk tanaman garut?

Waktu terbaik adalah saat pengolahan tanah (pupuk dasar), lalu dilanjutkan pada umur 1-1,5 bulan dan 3-4 bulan setelah tanam.

Apakah pupuk kandang sapi cocok untuk tanaman garut?

Sangat cocok, asalkan pupuk kandang sudah terkomposkan dengan sempurna dan matang ditandai dengan warna gelap serta tidak berbau menyengat.

Mengapa tanaman garut saya subur daunnya tapi umbinya kecil?

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kelebihan unsur nitrogen dan kekurangan unsur kalium pada fase pembentukan umbi.

Bolehkah menggunakan Pupuk Organik Cair (POC) untuk garut?

Boleh, POC dapat disemprotkan ke daun atau dikocorkan ke tanah setiap 2 minggu sekali untuk melengkapi mikro nutrisi.

Apakah tanaman garut butuh dipupuk lagi menjelang panen?

Tidak perlu, hentikan pemupukan 1-2 bulan sebelum panen agar tanaman fokus mematangkan umbi secara alami.

Lebih lanjut tentang Garut

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.