Penyakit Tanaman Kasturi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Penyakit pada tanaman kasturi seperti antraknosa dan jamur upas dapat diatasi dengan sanitasi kebun yang ketat, pemangkasan kanopi, serta aplikasi agens hayati secara teratur.

Jawaban singkat

Tanaman kasturi (Mangifera casturi) merupakan buah khas Kalimantan yang kini banyak dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia. Pohon ini tumbuh optimal di iklim tropis dengan curah hujan 1.500 hingga 2.500 mm per tahun. Namun, kelembapan udara yang tinggi melebihi 80 persen pada puncak musim hujan antara bulan November hingga Maret sering memicu serangan berbagai penyakit jamur yang merusak kualitas daun, bunga, dan buah.

Ringkas: Kasturi

Cahaya
Sinar matahari penuh (8-10 jam per hari)
Penyiraman
Sedang, siram 2-3 kali seminggu saat kemarau
Musim
Puncak panen November-Januari
Tingkat Kesulitan
Sedang

Gunakan bibit okulasi unggul agar pohon lebih cepat berbuah dan memiliki postur yang terkontrol.

Gejala serangan penyakit pada kasturi umumnya terlihat pada penurunan produktivitas tanaman yang bisa mencapai 40 hingga 60 persen jika tidak ditangani. Penyakit antraknosa menyebabkan bercak hitam bersudut pada daun muda serta membuat bunga mengering dan gugur sebelum menjadi pentil buah. Sementara itu, serangan jamur upas ditandai dengan munculnya kerak berwarna merah jambu pada cabang atau ranting yang lambat laun membuat jaringan kayu mati membusuk.

Pencegahan dan pengendalian penyakit kasturi memerlukan pemeliharaan rutin yang konsisten sepanjang tahun. Penanaman sebaiknya menjaga jarak tanam minimal 8 x 8 meter agar sirkulasi udara di dalam kebun tetap lancar. Pemangkasan bentuk dan pemeliharaan dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu sesudah masa panen pada bulan Januari dan menjelang musim hujan pada bulan September, guna memastikan sinar matahari dapat menembus bagian dalam kanopi tanaman.

Pengobatan tanaman yang terlanjur sakit dilakukan dengan kombinasi tindakan mekanis dan aplikasi bahan hayati. Pemberian pupuk hayati berbasis Trichoderma sp. sebanyak 100 hingga 200 gram per pohon yang dicampur dengan 20 kg pupuk kandang matang setiap 4 bulan sekali sangat efektif menekan perkembangan patogen tanah. Jika tingkat serangan patogen di atas kanopi sudah melebihi 15 persen dari total daun, pengaplikasian bahan pelindung tanaman berbasis tembaga dapat dilakukan sesuai instruksi kemasan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides)

Ciri: Bercak cokelat kehitaman pada daun muda, pembungaan mengering dan rontok, serta timbul cekungan hitam berlendir pada kulit buah menjelang matang.

Solusi: Pangkas bagian terinfeksi, semprotkan bahan pelindung berbasis tembaga saat muncul tunas muda, dan jaga kebersihan piringan pohon.

Jamur Upas (Corticium salmonicolor)

Ciri: Terdapat lapisan atau kerak berwarna merah jambu keperakan pada permukaan kulit cabang, diikuti mengeringnya daun-daun di bagian ujung ranting.

Solusi: Kerok kerak jamur hingga bersih ke jaringan kayu sehat, olesi bekas kerokan dengan bubur Bordeaux atau cat kayu berminyak, lalu pangkas ranting mati.

Busuk Buah Diplodia (Botryodiplodia theobromae)

Ciri: Pangkal buah dekat tangkai membusuk berwarna cokelat tua dan melunak cepat pascapanen, terutama saat disimpan di tempat lembap.

Solusi: Petik buah dengan menyisakan tangkai sepanjang 2-3 cm, hindari perlukaan pada buah saat panen, dan rendam air hangat 52 derajat Celsius selama 5 menit.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemangkasan sanitasi pada cabang yang sakit, ternaungi berlebihan, atau mati, lalu bakar limbah pangkasan di lokasi terpisah.
  2. Bersihkan piringan tanah di bawah tajuk pohon dari gulma dan guguran daun busuk dengan radius minimal 2 meter dari batang utama.
  3. Aplikasikan agens hayati Trichoderma sp. sebanyak 150 gram yang dicampur pupuk kompos matang ke sekeliling perakaran pohon setiap 3 hingga 4 bulan.
  4. Semprotkan pelindung tanaman berbahan aktif tembaga hidroksida atau belerang sesuai dosis label pada saat tanaman mulai memunculkan tunas daun baru atau calon bunga.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa bunga kasturi sering rontok sebelum menjadi buah?

Kerontokan bunga umumnya disebabkan oleh serangan jamur antraknosa yang dipicu oleh kelembapan udara tinggi dan tingginya curah hujan saat fase pembungaan.

Apakah pohon kasturi tua yang terserang jamur upas masih bisa diselamatkan?

Bisa, selama serangan belum melingkari seluruh batang utama. Kerok bagian yang terinfeksi sampai tampak jaringan sehat, lalu lapisi dengan bahan penutup luka pohon.

Kapan waktu paling tepat untuk menyemprotkan bahan pelindung jamur pada kasturi?

Waktu terbaik adalah saat tanaman mengeluarkan tunas daun baru (flushing) dan saat kuntum bunga mulai muncul sebelum mekar sempurna.

Bagaimana cara mencegah busuk buah kasturi setelah dipanen?

Panen buah dengan tangkainya, hindari benturan yang menyebabkan luka pada kulit buah, dan simpan di ruangan berventilasi baik dengan kelembapan terjaga.

Lebih lanjut tentang Kasturi

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.