Proses penanaman dilakukan dengan melepaskan kantong polybag secara hati-hati agar bola akar tidak pecah. Tanam bibit kasturi secara tegak lurus di tengah lubang tanam dengan jarak tanam antar pohon ideal 8x8 meter untuk mendukung pembentukan tajuk yang rindang. Pada periode awal pertumbuhan (bulan ke-1 hingga ke-3), siram bibit sebanyak 10 hingga 15 liter air per pohon setiap 2 hari sekali pada musim kemarau, dan kurangi frekuensi penyiraman apabila hujan turun secara teratur.
Pemeliharaan rutin meliputi pemupukan susulan dan penyiangan gulma di sekitar piringan tanaman. Berikan pemupukan susulan setiap 4 bulan sekali menggunakan 500 gram pupuk NPK seimbang (16-16-16) per pohon pada tahun pertama, lalu tingkatkan dosisnya secara bertahap hingga 1-2 kg per pohon saat memasuki tahun ketiga. Buat parit melingkar sedalam 10 cm tepat di bawah lingkar luar tajuk pohon untuk menabur pupuk, kemudian tutup kembali dengan tanah halus dan siram hingga lembap.
Pemangkasan bentuk dilakukan pada tahun kedua untuk membuang tunas air dan mengarahkan pertumbuhan pada 3 hingga 4 cabang utama yang produktif. Tanaman kasturi hasil okulasi umumnya mulai belajar berbuah pada umur 3 hingga 4 tahun dengan masa puncak panen berlangsung antara bulan November hingga Januari. Buah kasturi siap dipetik ketika warna kulitnya berubah menjadi ungu kehitaman, teksturnya sedikit melunak saat ditekan pelan, dan mengeluaran aroma wangi yang sangat tajam.