Hama utama seperti lalat buah dan penggerek batang dapat menurunkan hasil panen hingga 40 persen jika tidak ditangani sejak dini. Pada musim pancaroba atau curah hujan tinggi, lalat buah betina aktif menyuntikkan telur ke dalam daging buah muda yang berukuran diameter 2 sampai 4 cm. Sementara itu, hama penggerek batang merusak pembuluh kayu sehingga mengganggu penyaluran nutrisi dari akar ke ranting.
Pengendalian hama secara mekanis dan sanitasi kebun harus dilakukan secara konsisten setiap 3 hingga 7 hari sekali. Membersihkan gulma di sekeliling piringan pohon sejauh 2 meter serta memungut buah yang gugur merupakan langkah krusial untuk memutus siklus hidup larva hama. Pemasangan 2 sampai 4 perangkap atraktan per pohon juga sangat efektif menekan populasi lalat buah jantan di area perkebunan.
Pemangkasan pemeliharaan perlu dijadwalkan setidaknya 1 kali dalam sembilan hingga twelve bulan setelah masa panen selesai. Langkah ini bertujuan agar sinar matahari dapat menembus 60 hingga 70 persen bagian dalam tajuk pohon, sehingga menciptakan lingkungan yang tidak disukai oleh kutu putih maupun cendawan jelaga. Apabila serangan hama sudah melebihi ambang ekonomi, konsultasikan pemanfaatan agens hayati dengan petugas penyuluh setempat.